August 21st, 2014

Adakalanya~

Adakalanya kamu termenung di tengah kesendirianmu. Memikirkan berbagai hal—yang entah penting atau tidak.

Adakalanya menyesali sekaligus mensyukuri apapun yang telah kamu lalui selama ini.


Adakalanya kamu melewatkan sesuatu hal bersamaan menghabiskan waktu terhadap sesuatu hal.


Adakalanya kamu harus benar-benar bijak mengambil keputusan atas apa yang kamu ingin pertahankan dan apa ingin kamu dapatkan.


Adakalanya kamu harus meneruskan hidupmu dengan lebih bijak mengatur waktumu.

Dan, hai pemanis rasa! Adakalanya aku harus bisa melewatkanmu sebisa mungkin aku pergi bersama rasa bosan yang selalu bertaruh dengan harapan.

Adakalanya, kan? Ingat, aku juga manusia.

Where Have You Been, Halfi?

Hari ini gue lagi nyadar banget, saking sibuknya gue kuliah setaun ini *ya, walaupun gak sibuk-sibuk banget sih hahahaha* tapi gue menyadari bahwa sebenarnya gue kehilangan banyak moment yang sama pentingnya kayak kuliah.

I’ve found something yang bikin gue nyadar, “Ya ampun kemana aje sih gue belakangan ini?”

Seharian ini bersama tepar yang semakin menjadi *okesip ini lebay* gue kayak perang batin sama diri gue sendiri. Lalu semacam bikin solilokui dan monolog dan entah percakapan apalah itu yang mempertanyakan kenapa dengan mudahnya gue bisa melewatkan hal itu semua. Ya, ampun “where have you been, sih?”

Dan ya—sekarang gue mau kayak lagu Aerosmith, “I don’t wanna miss a thing”

Udah. Gue curcol aja deh di sini. Tumblr heidi gue kayak semacam tersuspended oleh kelupaan gue akan passwordnya haha maafin bye love love love ;;)

August 10th, 2014

Rada Throwback Lebaran~

Ceritanya pas lebaran, abang gue ketemu sama sepupu yang umurnya kurang lebih 4 tahunan di rumah kakek, namanya Rizki. *btw gue gak ikutan mereka ngerumpi, keburu pulang hehe*

Beginilah percakapan antara mereka berdua berdasarkan penuturan abang gue:

Abang gue: Iki gimana udah mulai puasa belum?

Iki: Udah Om.

Abang gue: Bukanya jam berapa?

Iki: Abis magrib. (Gatau boong gatau engga ini mah, Wallahuallam ya huehehehe)

Abang gue: Biasanya kalo nunggu sahur ngapain iki?

Iki: Maen ps sama papah sampe subuh.

*ONDEMANDE ini anak kecil-kecil udah maenannya ps aja, sampe subuh pula. Ini om gue juga ngapain ngajakin maennya malah maen PS :(((*

Abang gue: Emang maen game apa?

Iki: RESIDENT EVIL Om.

*Setelah gue mendengar cerita ini gue jadi mulai miris, ya ampun ayah macam apa om gue ngajakin maen ps resident evil sampe subuh :(((*

SEKIAN.

July 23rd, 2014
Tau gak? Sebenernya aku teh lagi butuh tumblr heidi banget, tapi poho password karena tumblr yang itu sudah hampir tidak tersentuh lagi oleh peradaban *naoooon*
Teuing dari kemarin naha poho password wae ya aku teh ih, mulanya dari password akun kelas smk *walaupun akhirnya kemarin alhamdulillah sudah ingat!* sampe tumblr heidi yang jadi terlupakan. Mudah-mudahan aja gitu ya tidak poho password login ke hati kamu *maaf braaaay* *punten lagi otw pemanasan tutorial gombal* hahahaha dasar jones -_-
Udah gitu aja, punten jadi curcol braaaay kalem we da sekarang akunya juga mau syare dulu. Babai dunia maya, aku mencoba terlelap di alam mimpi. Dadaaaah muah <3
Ah kadang suka sebel kalo ada yang bilang, “Kok kamu kalem-kalem aja sih tentang masalah ‘ini’ masalah ‘itu’, peka dong.”
Sebenernya saya juga ‘gak sekalem’ dan ‘gak se-gak care’ gitu juga kali. I mean, I’d like to say, “Hey I care about it too!” Tapi kayaknya kalo pedulinya hanya untuk ‘berargumen tanpa aksi nyata’ ya buat apa juga? It doesn’t change the world man! Sometimes silent in a ‘good’ action is better than just arguing something you couldn’t reach. Ya, kecuali kalo argumennya menyelesaikan dan menjawab segala ‘keruwetan’ itu justru bagus banget lho! Nahhh tapi kalo argumennya malah membuka cabang baru dari semua cabang-cabang masalah? No comment ya ekeu.
Maafkan juga jika selalu terlihat terdiam terpaku, tidak peduli, dan kaciri gagalauan wae. Bae atuh aku juga manusia keles, butuh gagalauan kali-kali mah wkwk *sori ababil braaay*
Well actually—this post is dedicated to my beloved cousin. Baca ya, lagi males ngomong euy huntu aku kan lagi sakit grgr makan cokelat yang kamari tea gening.
Yaudah, dadah. Muaaaah <3

(Source: ilovemybully)

I mean, I love to seeing all the view of a glass—I might be half full and ‘doesn’t really into it’, but at least I try to filled the rest of the way with some truths I found.
I don’t know, I just love to being neutral and doesn’t biased too much. I love to seeing all the sides of thoughts—I mean, that kinda pretty amazing to see how the ‘good’ of differences thoughts of people. So maybe we can mixed it up together then take ‘the same line’ and concluding what we really wanted to and take some actions to make ‘the idea’ comes true.
But most of all, differences are opened your mind larger.
Bersikap netral itu bukan berarti bersikap apatis :)
these-teen-quotes:

Good Vibes HERE

The reason why I love being around people I liked is because they spread &#8216;the vibes&#8217; that makes me comfort around them :)

these-teen-quotes:

Good Vibes HERE

The reason why I love being around people I liked is because they spread ‘the vibes’ that makes me comfort around them :)